Payung Teduh Bersama Judul Lagu “Akad” Berhasil Menyita Perhatian Pendengar

Bila nanti saatnya telah tiba, ku ingin kau menjadi istriku, berjalan bersamamu dalam teriknya hujan, berlarian ke sana kemari dan tertawa“. Pastinya sepenggal lirik Refren lagu ini sudah sering anda dengarkan, bahkan hampir setiap hari mendengar lirik lagu yang beraliran musik Jazz tersebut. Lirik lagu semacam ini juga semakin terkenal di pertengahan tahun 2017. Apakah kamu salah satu penggemar dari Payung Teduh? Peneduh adalah julukan dari penggemar grup band tersebut, musisinya bernama Istiqamah Djamad, Come, Cito dan Ivan.

Payung Teduh yang pada dasarnya hanya terdiri dari dua orang sahabat yang berprofesi sebagai pemusik di Teater Pagupon dan mereka juga sangat senang nongkrong bersama di kantin FIB (Fakultas Ilmu Budaya) salah satu Universitas Indonesia, mereka adalah Is dan Comi. Pada akhir tahun 2017 grup and Payung Teduh tersebut terbentuk dan pada tahun 2008 grup band aliran keroncong Jazz ini mengajak Cito untuk bergabung bersama sebagai Drummer. Lalu pada tahun 2010, Ivan juga bergabung sebagai Guitalele Player.

Angin Pujaan hujan” menjadi judul lagu pertama kali dengan gaya grup band itu sendiri. Musik yang memang dimainkan oleh Payung Teduh juga tidak memiliki batasan tersendiri. Pada album pertama ini bisa dibilang karakter musik yang dibawakan seperti musik di era golden 60’s dengan balutan keroncong dan jazz. Dan jika ditanya jenis musik apa yang diusung oleh Payung Teduh, maka Payung Teduh menyerahkan sepenuhnya kepada pendengar. Dalam pengertian bahwa payung teduh tidak akan hanya berhenti di satu genre tertentu, namun yang pasti tetap bermusik dengan ciri yang sudah mereka miliki.

Payung Teduh juga telah membuktikan bahwa lagu-lagunya tidak turun secara kualitas meskipun gaya musiknya berubah sangat jauh. Salah satu pembuktiannya, sang vokali yang bernama Mohammad Istiqamah Djamad alias Is, terus saja membanggakan karya terbarunya yang berjudul “Akad” tersebut, Meskipun sempat juga mendapatkan cemooh dari para pendengarnya. Is pun sadar akan cemoohan-cemoohan itu, meskipun dengan begitu, Payung teduh tetap bisa menciptakan lagu yang unik tersebut.

Buktinya, Akad justru dipuji ketika video klipnya dirilis pada 25 Juli 2017 lalu. Jika dilihat di situs Youtube, video klip Akad telah menembus angka 1 juta viewers. Sementara itu, perbandingan jumlah likes dan dislikes di lagu tersebut dapat dibilang sangat jauh. Berikut dibawah ini juga ada lirik lagu payung teduh yang berjudul akad tersebut.

Lirik Lagu Akad

Betapa bahagianya hatiku saat
Ku duduk berdua denganmu
Berjalan bersamamu
Menarilah denganku

Namun bila hari ini adalah yang terakhir
Namun ku tetap bahagia
Selalu ku syukuri
Begitulah adanya

Namun bila kau ingin sendiri
Cepat cepatlah sampaikan kepadaku
Agar ku tak berharap
dan buat kau bersedih

Bila nanti saatnya t’lah tiba
Kuingin kau menjadi istriku
Berjalan bersamamu dalam terik dan hujan
Berlarian kesana-kemari dan tertawa

Namun bila saat berpisah t’lah tiba
Izinkanku menjaga dirimu
Berdua menikmati pelukan diujung waktu
Sudilah kau temani diriku

Namun bila kau ingin sendiri
Cepat cepatlah sampaikan kepadaku
Agar ku tak berharap
dan buat kau bersedih

Bila nanti saatnya t’lah tiba
Kuingin kau menjadi istriku
Berjalan bersamamu dalam terik dan hujan
Berlarian kesana-kemari dan tertawa

Namun bila saat berpisah t’lah tiba
Izinkanku menjaga dirimu
Berdua menikmati pelukan diujung waktu
Sudilah kau temani diriku

Sudilah kau menjadi temanku
Sudilah kau menjadi
istriku

“Sebenarnya Akad sudah dari tahun lalu. Payung Teduh kemarin dicemooh, musiknya jadi jelek katanya. Saya sih gak peduli. Giliran video klip keluar, komennya berbalik arah. Maksudnya kok jadi bagus,” ucap Is. Akad memang sengaja dibuat untuk menunjukkan perubahan perasaan Is dan kawan-kawan ketika membuat lagu, sehingga hasilnya sudah pasti berbeda. Lagu tersebut memang berlatar keluhan atas hidup yang dianggap terlalu dinamis bagi mereka. Sementara itu, banyak netizen yang justru baper melihat video klip Akad.

Untuk kedepannya, payung teduh memang tidak pernah merencanakan untuk mengadakan tour ke kota-kota yang ada di Indonesia. Alasan dari sang vokalis yang lebih mementingkan membuat karya-karya baru dan mengurusi keluarganya yang sekarang ini sedang berada di Makassa. Tidak hanya itu saja, Is juga ingin menyelesaikan buku karangannya sendiri ketimbang harus Tour untuk konser tunggal juga. ”Payung Teduh gak pernah ada tur karena konsernya penuh terus, alhamdulillah,” ucap Is.

Hidup dinamis banget. Roda kehidupan, naik turunnya kehidupan cepet banget sekarang ini. Saya ingin deket sama alam, anak-anak deket sama alam, deket lagi sama keluarga, belajar sama Allah gitu kan. Gitu sih, pengen kualitas hidupnya lebih bagus, jadi ninggalin Jakarta. Sama nulis buku dan berusaha nyelesain album gitu,” tambahnya menutup pembicaraan.

Nah, bagaimana menurut kamu? Apakah kamu sependapat dengan vokalis payung teduh tidak mengadakan tour ke kota-kota? Karena itu semua demi menciptakan karya-karya terbarunya. Pastinya kamu juga sudah tidak sabar menantikan lagu-lagu terbaru dari payung teduh tersebut. Ya’ kita tunggu saja bersama-sama untuk menikmati lagu-lagu berikutnya yang akan dirilis.

Sampai disini sajalah perjumpaan kita pada rtikel kali ini, semoga saja artikel ini bisa menemani rasa ingin tahu kamu mengenai band payung teduh tersebut. Akhir kata saya ucapkan banyak terimakasih atas waktu dan perhatiannya. Salam musik Indonesia..